PHNOM PENH — Peluncuran program visa bebas China dipandang membuka peluang kebangkitan kunjungan turis ke Kamboja dan potensi peningkatan pendapatan di sektor ritel dan suvenir. Program percobaan berdurasi empat bulan itu berlaku mulai June 15 hingga Oct. 15, 2026 dan memungkinkan kunjungan hingga 14 hari tanpa persyaratan izin atau biaya visa.

Seorang pelaku usaha lokal sudah mengantisipasi efek positif dari kebijakan ini. Lim Sreymom, a Cambodian souvenir and gift vendor, menyatakan harapannya akan lonjakan penjualan seiring meningkatnya arus wisatawan asal China selama masa pilot.
H2: Rincian program visa bebas
Program visa bebas yang dimulai pada periode June 15 sampai Oct. 15, 2026 memberikan kemudahan masuk bagi warga negara China untuk kunjungan singkat ke Kamboja. Selama masa pilot, warga China dapat memasuki Kamboja tanpa mengajukan visa atau membayar biaya visa, dengan ketentuan masa tinggal maksimal 14 hari.
Meski bebas visa, pelaku perjalanan masih diwajibkan melengkapi e-Arrival card sebagai bagian dari prosedur masuk. Ketentuan tersebut menempatkan e-Arrival card sebagai satu-satunya persyaratan administratif yang perlu dipenuhi sebelum atau saat kedatangan.
H2: Potensi dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal
Pelaku usaha di sektor pariwisata dan perdagangan kecil diperkirakan menjadi pihak yang paling langsung merasakan dampak dari kebijakan ini. Penjual suvenir, pengelola penginapan, restoran kecil, dan pedagang di kawasan wisata cenderung mendapat manfaat jika kedatangan turis meningkat.
Di pasar dan toko suvenir di ibu kota, harapan akan lonjakan pembeli terlihat dari kesiapan stok dan rencana promosi sederhana. Menurut penuturan Lim Sreymom, a Cambodian souvenir and gift vendor, adanya kemudahan masuk ini memberi harapan pada usaha mikro yang bergantung pada arus wisatawan asing.
H2: Aturan masuk bagi wisatawan China
Beberapa poin penting yang perlu dicatat wisatawan yang akan memanfaatkan program ini:
– Masa berlaku pilot: June 15 sampai Oct. 15, 2026.
– Maksimum masa tinggal: 14 hari.
– Tidak ada aplikasi visa atau biaya visa yang harus dibayarkan.
– Satu-satunya persyaratan administratif: melengkapi e-Arrival card.
Ketentuan ini dirancang untuk memperlancar proses kedatangan bagi kunjungan jangka pendek. Wisatawan yang merencanakan perjalanan singkat dapat mempertimbangkan masa tinggal maksimal 14 hari saat menyusun itinerary.
H2: Harapan dan tantangan pelaksanaan
Harapan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan didorong oleh kemudahan prosedur masuk. Namun, efektivitas program pilot juga akan bergantung pada pelaksanaan teknis di titik-titik kedatangan dan kesiapan pelaku usaha lokal menyambut tamu asing.
Pelaku usaha yang mengandalkan wisatawan asing perlu menyiapkan adaptasi layanan yang sesuai, misalnya pengaturan stok, pelayanan bahasa dasar, dan kebersihan fasilitas. Sementara itu, otoritas terkait dan pelaku sektor pariwisata perlu memantau pelaksanaan pilot untuk menilai kebutuhan perpanjangan atau perubahan kebijakan di masa mendatang.
Kebijakan visa bebas untuk periode percobaan ini menjadi langkah yang ditunggu oleh sejumlah pedagang dan pelaku pariwisata, yang berharap adanya peningkatan kunjungan akan membantu pemulihan ekonomi sektor pariwisata. Para pelaku usaha kecil, seperti penjual suvenir, menaruh harapan bahwa arus tamu yang lebih mudah masuk akan tercermin pada kenaikan penjualan selama masa program.
Kebijakan ini akan dipantau selama masa berlaku pilot untuk melihat dampaknya secara langsung terhadap arus wisatawan dan aktivitas ekonomi lokal. Para pelancong yang berminat memanfaatkan program disarankan memastikan kelengkapan e-Arrival card sebelum atau saat perjalanan agar proses kedatangan berjalan lancar.






