Airport Show 2026: Biometrik Bandara Jadi Sorotan di Dubai

Ilustrasi biometrik bandara untuk artikel Airport Show 2026: Biometrik Bandara Jadi Sorotan di Dubai
0 0
Read Time:2 Minute, 55 Second

Airport Show 2026 yang digelar di Dubai World Trade Centre pada 12–14 Oktober akan menempatkan biometrik bandara sebagai salah satu fokus utama. Pameran ini bertujuan mempertemukan pelaku industri penerbangan untuk membahas inovasi yang menyederhanakan perjalanan penumpang seiring percepatan transformasi digital di kawasan.

Ilustrasi biometrik bandara untuk artikel Airport Show 2026: Biometrik Bandara Jadi Sorotan di Dubai

Acara ke-25 ini, yang berlangsung di bawah patronase H.H. Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum, diperkirakan menghadirkan lebih dari 150 peserta pameran dari lebih 30 negara, 120 hosted buyers, dan lebih dari 7.000 pengunjung internasional. Selain pameran, rangkaian konferensi industri akan mengangkat isu keamanan, pengelolaan lalu lintas udara, dan peran perempuan dalam aviasi.

Fokus pada teknologi biometrik

Pemanfaatan teknologi identitas biometrik mendapat sorotan karena diyakini mampu mempercepat alur penumpang dan mengurangi waktu tunggu. Di kawasan Timur Tengah, lalu lintas penumpang diproyeksikan mencapai 240 juta orang pada 2026, yang mendorong kebutuhan akan proses bandara yang lebih efisien.

Data dari lembaga internasional menyebutkan bahwa menggantikan pemeriksaan manual dengan verifikasi identitas biometrik dapat memangkas waktu proses penumpang hingga 40%. Dampaknya tidak hanya pada pengurangan antrean, tetapi juga pada peningkatan efisiensi operasional bandara.

Inovasi dan kepemimpinan bandara UEA

Beberapa bandara di Uni Emirat Arab sudah menerapkan solusi biometrik secara luas. Dubai International Airport, bandara tersibuk di dunia untuk penumpang internasional, meluncurkan terowongan pintar bertenaga AI bernama “Red Carpet” yang mampu memproses lebih dari 10 travellers secara bersamaan. Di sisi lain, proyek fase pertama Al Maktoum International Airport dijadwalkan mulai beroperasi pada 2032 dan direncanakan mengusung ekosistem bertenaga AI untuk layanan yang lebih personal dan manajemen aliran penumpang yang cerdas.

Majed Al Joker, Chief Operating Officer of Dubai Airports, menyatakan: “Dubai Airports is focused on delivering consistent, measurable improvements in how guests move through our terminals. Through continued investment in biometric and digital solutions, we are strengthening operational efficiency while managing sustained growth.”

Di Abu Dhabi, Zayed International Airport sudah mengimplementasikan solusi pengenalan wajah pada lima tahapan perjalanan penumpang. Maskapai juga aktif menguji dan menerapkan teknologi serupa: Emirates sudah menggunakan lebih dari 200 kamera boarding biometrik sejak 2017 sebagai bagian dari investasi AED85 million; Etihad Airways menguji verifikasi identitas wajah berbasis AI untuk boarding dan akses lounge; sementara flydubai memasukkan fitur biometrik ke sistem check-in dan kios swalayan. Tiga bandara UEA juga terkoneksi dengan aplikasi smartphone yang memungkinkan penumpang terdaftar menyelesaikan proses imigrasi sebelum keberangkatan melalui pendaftaran satu kali.

Pasar dan adopsi global

Penyelenggara acara menyoroti besarnya potensi pasar biometrik. Proyeksi menyebutkan pasar teknologi biometrik global akan mencapai US$150.58 billion pada 2030, sementara layanan biometrik bandara diperkirakan menembus US$276.56 billion pada 2032.

Menurut perusahaan teknologi perjalanan, lebih dari 43% bandara di seluruh dunia sudah memakai sistem boarding berbasis biometrik, dan lebih dari separuh mengantisipasi penerapan solusi manajemen identitas digital terintegrasi dalam tiga tahun ke depan. Perkiraan lain menyebut sekitar 75% bandara akan menggunakan biometrik pada titik sentuh utama seperti check-in, drop bagasi, boarding, dan kontrol perbatasan pada 2027.

May Ismail, Event Manager at RX Middle East, menyoroti perubahan operasional yang dibawa biometrik: “biometric technology is transforming airport operations by enhancing security, improving passenger convenience and enabling airports to manage rising traveller volumes more efficiently. She added that airports across the Middle East increasingly view biometrics as a strategic opportunity to deliver a faster, more secure and fully touchless travel experience.”

Airport Show 2026 akan menjadi panggung bagi penyedia teknologi untuk berdialog langsung dengan pengambil keputusan yang menangani proyek perluasan dan modernisasi bandara besar di wilayah Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan. Dengan demikian, pameran ini diharapkan mempercepat adopsi solusi yang mendukung perjalanan udara yang lebih aman, cepat, dan nyaman bagi penumpang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %