PAMDI Surabaya menempatkan penguatan organisasi sebagai fokus utama kepengurusan baru. Langkah ini dimaksudkan untuk memperkokoh peran DPC dalam membela kepentingan seniman musik Melayu-dangdut di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Selain penguatan internal, organisasi juga menegaskan komitmen mendorong pertunjukan dangdut yang aman dan berakhlak serta memperjuangkan kemudahan perizinan dan perlindungan hak cipta bagi para pelaku seni. Ketua DPC PAMDI Surabaya, Achmad Mossodik, menegaskan bahwa seniman harus tetap dapat menghibur masyarakat dengan mempertahankan standar keselamatan dan etika dalam setiap penampilan.
Fokus penguatan organisasi
Kepengurusan baru DPC menempatkan penguatan organisasi sebagai prioritas. Tujuannya adalah menata peran lembaga agar lebih efektif dalam mengadvokasi kebutuhan seniman dan menjembatani komunikasi pelaku seni, penyelenggara acara, dan pihak terkait lainnya. Dengan struktur organisasi yang kuat, DPC diharapkan mampu merespons persoalan administratif dan perlindungan profesi dengan lebih cepat.
Penguatan organisasi juga dipandang penting untuk meningkatkan kapasitas perlindungan terhadap hak-hak profesional anggota, termasuk aspek legalitas kegiatan dan dukungan administratif saat menghadapi persoalan perizinan atau sengketa hak cipta.
Mendorong pertunjukan dangdut yang aman dan berakhlak
Salah satu perhatian utama DPC adalah memastikan bahwa pertunjukan dangdut dapat berlangsung dengan aman dan berlandaskan nilai-nilai kesopanan. Pendekatan ini bertujuan menjaga citra seni dangdut sekaligus memberi rasa aman bagi penonton, penyanyi, dan kru panggung.
Komitmen terhadap pertunjukan yang berakhlak juga dimaknai sebagai upaya menjaga kelangsungan profesi bagi pelaku seni, agar dangdut tetap diterima di berbagai ruang publik dan acara formal maupun nonformal tanpa menimbulkan kontroversi yang merugikan pihak terkait.
Perizinan dan perlindungan hak cipta
Di samping aspek etika pertunjukan, DPC mengangkat isu kemudahan perizinan dan perlindungan hak cipta sebagai bagian dari agenda kerja. Perizinan yang lebih mudah diakses dianggap penting untuk memperlancar kegiatan seni, sedangkan perlindungan hak cipta menjadi kunci untuk memastikan karya dan pendapatan para pencipta mendapat pengakuan layak.
Perlindungan hak cipta juga dilihat sebagai bentuk penghormatan terhadap karya seni dan sumber penghidupan para pelaku industri musik. Dengan penegakan hak cipta yang memadai, diharapkan insentif berkarya tetap terjaga sehingga kualitas dan keberlanjutan kesenian dapat terpelihara.
Ketua DPC PAMDI Surabaya, Achmad Mossodik, menekankan perlunya keseimbangan kebebasan menghibur dan tanggung jawab sosial. Menurutnya, seniman memiliki peran penting dalam menghibur publik sekaligus mempertahankan integritas profesi melalui praktik yang aman, tertib, dan beretika.
Dengan agenda yang jelas pada kepengurusan baru, DPC PAMDI Surabaya berharap dapat memberi dampak nyata bagi pelaku dangdut lokal: memperkuat organisasi, memperbaiki akses perizinan, dan memperjuangkan hak cipta agar industri musik Melayu-dangdut di Surabaya semakin berdaya dan berkelanjutan.


































































