Kolaborasi Ubaya dan BPOM RI Perkuat Hilirisasi Riset Obat…

Ilustrasi hilirisasi riset obat untuk artikel Kolaborasi Ubaya dan BPOM RI Perkuat Hilirisasi Riset Obat…
0 0
Read Time:2 Minute, 8 Second

Universitas Surabaya (Ubaya) meresmikan kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) untuk memperkuat hilirisasi riset obat nasional. Kesepakatan ini diumumkan pada 15 Juni 2026 dan menandai langkah konkret institusi akademik dan regulator dalam rangka menghubungkan hasil penelitian dengan penerapan yang lebih luas.

Ilustrasi hilirisasi riset obat untuk artikel Kolaborasi Ubaya dan BPOM RI Perkuat Hilirisasi Riset Obat…

Penandatanganan kerja sama Ubaya dan BPOM RI menegaskan fokus bersama pada hilirisasi riset obat, sebuah proses penting agar temuan ilmiah dapat bertransformasi menjadi produk kesehatan yang memenuhi standar keselamatan, mutu, dan efektivitas. Perjanjian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem penelitian dan industri farmasi di tingkat nasional.

Apa itu hilirisasi riset obat?

Hilirisasi riset obat adalah proses yang mengalirkan hasil penelitian dari tahap laboratorium ke tahap pengembangan produk yang dapat diproduksi dan digunakan masyarakat. Secara umum, proses ini meliputi validasi ilmiah, pengembangan formulasi, uji pra-klinis dan klinis, pemenuhan persyaratan regulasi, serta penguatan kapasitas produksi dan distribusi. Fokus utama hilirisasi adalah memastikan bahwa inovasi riset menjadi solusi yang aman, efektif, dan tersedia bagi pasien.

Potensi dampak kerja sama universitas dan regulator

Kolaborasi institusi pendidikan tinggi dan lembaga pengawas memiliki potensi beberapa dampak positif, lain:

  • Mempercepat alih teknologi dari penelitian dasar ke aplikasi praktis dengan dukungan regulasi yang relevan.
  • Meningkatkan kualitas dan kepatuhan penelitian terhadap standar keselamatan dan mutu yang ditetapkan regulator.
  • Mendorong pembentukan jejaring peneliti, industri, dan pemangku kepentingan yang dapat memperluas akses pasar bagi produk inovatif.
  • Membuka peluang penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui program pelatihan dan kolaborasi penelitian terapan.

Kerja sama semacam ini juga berpotensi membantu meminimalkan hambatan regulasi bagi penelitian yang siap untuk dikomersialisasi, sekaligus memastikan perlindungan konsumen melalui evaluasi yang ketat sebelum produk beredar.

Langkah umum dalam proses hilirisasi

Walau rincian teknis setiap projek berbeda, beberapa langkah yang sering ditempuh dalam hilirisasi riset obat meliputi:

  • Konfirmasi dan replikasi temuan awal di laboratorium untuk memastikan konsistensi ilmiah.
  • Pengembangan formulasi dan skala produksi yang layak secara teknis dan ekonomis.
  • Pelaksanaan studi keselamatan dan uji klinis sesuai pedoman etika dan regulasi.
  • Penyusunan dokumentasi untuk pemenuhan persyaratan pengajuan izin edar dan registrasi.
  • Peningkatan kapasitas produksi, distribusi, serta pemantauan pasca-pemasaran untuk menjamin mutu berkelanjutan.

Dengan memahami langkah-langkah tersebut, pihak yang terlibat dapat merencanakan jalur hilirisasi yang lebih realistis dan terukur, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dukungan teknis, regulatori, maupun pembiayaan.

Kerja sama yang diresmikan Universitas Surabaya dan BPOM RI pada 15 Juni 2026 menunjukkan perhatian bersama terhadap pentingnya membawa hasil riset obat menuju manfaat nyata bagi masyarakat. Upaya penguatan hilirisasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu komponen untuk memperkuat ekosistem inovasi kesehatan di dalam negeri, sekaligus menjembatani dunia akademik dan kebijakan regulasi dalam rangka meningkatkan ketersediaan produk obat yang aman dan berkualitas.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %