Dubes Djauhari Boyong Chef Yuli ke Culinary Festival Beijing

Ilustrasi culinary festival beijing untuk artikel Dubes Djauhari Boyong Chef Yuli ke Culinary Festival Beijing
0 0
Read Time:2 Minute, 18 Second

Aromaharum pala dan cengkeh menyambut para pengunjung di JW Marriott Hotel Beijing Central pada Rabu, 5 Agustus 2026, saat pembukaan Indonesian Culinary Festival. Culinary Festival Beijing itu diselenggarakan pada 5-16 Agustus 2026, menjadi wahana menampilkan ragam masakan Nus di ibu kota China. Dubes Djauhari Oratmangun hadir dan membawa Chef Yuli Hartanto sebagai bagian dari kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing bekerja sama dengan JW Marriott Hotel Beijing Central serta Warisan Roemah Indonesia. Festival ini menjadi panggung bagi hidangan-hidangan ikonis Nus yang diperkenalkan kepada masyarakat setempat.

Suasana dan citarasa yang ditampilkan

Suasana pada hari pembukaan ditandai dengan aroma rempah khas Indonesia, seperti pala dan cengkeh, yang tercium di deretan meja makan hotel. Penyelenggaraan di JW Marriott Hotel Beijing Central memberikan konteks formal sekaligus ramah bagi perkenalan kuliner Nus kepada tamu undangan dan pengunjung umum selama periode festival. Hadirnya Chef Yuli Hartanto dipercaya memberi sentuhan profesional pada sajian yang dipamerkan. Kombinasi rempah-rempah tradisional dan teknik penyajian yang sesuai dengan standar perhotelan internasional menjadi salah satu daya tarik acara.

Kolaborasi penyelenggara

Festival ini merupakan hasil kolaborasi KBRI Beijing, JW Marriott Hotel Beijing Central, dan Warisan Roemah Indonesia. Kerja sama lintas lembaga dan sektor tersebut menegaskan upaya bersama untuk mempromosikan budaya kuliner Indonesia di luar negeri melalui kegiatan yang terjadwal selama beberapa hari. Periode penyelenggaraan, 5-16 Agustus 2026, memberi kesempatan bagi pengunjung untuk menjajal berbagai hidangan dalam rentang waktu yang cukup panjang, sekaligus memungkinkan penyelenggara menampilkan variasi sajian Nus secara bergantian sepanjang festival.

Peran Dubes dan Chef dalam promosi kuliner

Keterlibatan Dubes Djauhari Oratmangun menunjukkan dukungan diplomatik terhadap promosi budaya kuliner sebagai bagian dari hubungan budaya Indonesia dan China. Dengan menghadirkan tokoh kuliner seperti Chef Yuli Hartanto, acara ini juga menegaskan kolaborasi diplomasi dan praktisi makanan untuk memperkenalkan cita rasa Nus. Kegiatan semacam ini biasanya tidak hanya berfokus pada penyajian makanan, tetapi juga pada pengalaman budaya yang menyertai, termasuk penggunaan rempah-rempah khas serta cara penyajian yang merefleksikan warisan kuliner Indonesia. Kehadiran Warisan Roemah Indonesia dalam penyelenggaraan menegaskan upaya pelestarian dan promosi ragam tradisi kuliner Nus.

Potensi berkelanjutan

Dengan posisi Beijing sebagai kota internasional, festival kuliner ini membuka peluang bagi masakan Indonesia dikenal lebih luas. Periode 5-16 Agustus 2026 memberi ruang bagi pertukaran budaya kuliner, sekaligus menjadi ajang untuk membangun ketertarikan dan pemahaman konsumen lokal terhadap cita rasa Nus. Indonesian Culinary Festival di JW Marriott Hotel Beijing Central pada awal Agustus 2026 menjadi salah satu contoh bagaimana promosi budaya melalui makanan dapat dijalankan bersama perwakilan diplomatik, sektor perhotelan, dan pelaku pelestarian kuliner. Dukungan dari Dubes Djauhari Oratmangun dan kehadiran Chef Yuli Hartanto menambah bobot acara sebagai upaya memperkenalkan hidangan ikonis Nus di panggung internasional. Acara berakhir pada 16 Agustus 2026, meninggalkan jejak inisiatif promosi kuliner yang berpotensi berlanjut jika mendapat perhatian dari berbagai pihak yang terlibat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %