Perubahan gaya hidup di ranah keuangan kembali diperlihatkan oleh Ivan Gunawan. Dalam langkah yang ia sebut sebagai bagian dari hijrah finansial Ivan, sang selebritas menutup 11 kartu kredit untuk mencari ketenangan hidup.

Langkah tersebut diikuti dengan kolaborasi bersama BCA Syariah untuk menghadirkan sistem transaksi yang menurutnya lebih berkah, melalui aplikasi bernama Sahabat Berkahmu. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya personal dan profesional untuk menyelaraskan praktik keuangan dengan nilai-nilai yang dipegangnya.
Keputusan menutup 11 kartu kredit
Menutup sejumlah kartu kredit bukan keputusan ringan bagi siapa pun, termasuk figur publik. Ivan Gunawan mengambil tindakan tegas dengan menonaktifkan 11 kartu kreditnya, langkah yang dikaitkan dengan upaya mencari ketenangan hati dan pola keuangan yang lebih tertata. Keputusan ini mencerminkan pendekatan yang lebih ketat terhadap penggunaan kredit dan pengelolaan utang.
Dalam konteks pribadi, tindakan tersebut bisa dimaknai sebagai langkah untuk mengurangi godaan belanja berlebih, menyederhanakan kewajiban bulanan, atau memperjelas arus kas. Bagi figur publik, keputusan semacam ini juga berpotensi menjadi pesan bagi pengikutnya tentang pentingnya disiplin finansial.
Kolaborasi dengan BCA Syariah dan aplikasi Sahabat Berkahmu
Selain merombak kebiasaan kartu kredit, Ivan Gunawan menjalin kerja sama dengan BCA Syariah. Melalui kolaborasi ini, ia hadirkan solusi transaksi yang diklaim lebih berkah lewat sebuah aplikasi bernama Sahabat Berkahmu. Nama aplikasi tersebut menjadi platform yang diposisikan untuk menyokong transaksi dengan prinsip-prinsip yang sejalan dengan nilai-nilai yang dipegang.
Kolaborasi figur publik dan lembaga keuangan syariah menandai adanya irisan citra personal dan layanan keuangan. Bagi pengguna, hadirnya aplikasi ini dapat menawarkan alternatif transaksi yang berbeda dari produk perbankan konvensional, dengan pendekatan yang menekankan aspek keberkahan dalam bertransaksi.
Makna hijrah finansial di ranah publik
Istilah hijrah finansial sering dipakai untuk menggambarkan pergeseran sikap dan praktik dalam mengelola uang—dari pola konsumtif menuju pola yang lebih bijak dan terarah. Dalam kasus Ivan Gunawan, keputusan praktis seperti menutup kartu kredit dan bermitra dengan lembaga keuangan syariah menjadi bentuk nyata dari niat tersebut.
Bagi masyarakat, langkah seorang publik figur bisa memicu diskusi tentang bagaimana memilih produk keuangan yang sesuai dengan nilai pribadi, serta bagaimana menyusun tata kelola keuangan yang membawa ketenangan batin. Keputusan personal seperti ini juga menggarisbawahi hubungan kesehatan mental dan kondisi keuangan.
Pilihan untuk mengurangi akses kredit dan beralih ke solusi transaksi yang lebih terstruktur dapat menjadi inspirasi bagi individu yang ingin menata ulang kebiasaan belanja dan mengutamakan keberkahan dalam bertransaksi. Meski demikian, setiap keputusan finansial tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan tanggung jawab masing-masing.
Langkah Ivan Gunawan menutup 11 kartu kredit dan berkolaborasi dengan BCA Syariah melalui aplikasi Sahabat Berkahmu menunjukkan bahwa perubahan finansial bisa bersifat personal sekaligus publik, memadukan prinsip hidup dengan produk jasa keuangan yang dipilih.








