Kikkoman Sales USA, Inc. mencatat kecenderungan baru pada kebiasaan memanggang di Amerika Serikat: warga mulai bereksperimen dengan rasa teriyaki dan cita rasa global, tanpa melepaskan teknik memanggang yang sudah akrab. Tren ini menunjukkan perpaduan inovasi rasa dan kelaziman teknik tradisional.

Data yang disampaikan perusahaan pada 14 Juli 2026 menyorot adanya variasi regional dalam praktik memanggang, sekaligus menegaskan bahwa selera konsumen terus berkembang. Meski banyak orang mencoba bumbu dan saus internasional, cara memanggang yang sudah dikenal tetap menjadi fondasi bagi kebanyakan rumah tangga dan acara luar ruangan.
Perubahan selera: dari klasik ke citarasa dunia
Pergeseran selera ini tidak semata soal menambah variasi di meja makan, melainkan juga soal menerima pengaruh kuliner global. Dalam pola yang diidentifikasi, teriyaki mendapatkan perhatian khusus sebagai salah satu rasa yang sering dicoba konsumen saat memanggang. Pilihan terhadap rasa baru seperti teriyaki menandai keinginan konsumen untuk mengkombinasikan rasa Asia dengan teknik panggang yang populer di berbagai wilayah di AS.
Walau ada dorongan eksplorasi rasa, perilaku memanggang sehari-hari tetap lekat dengan kebiasaan lama. Teknik memanggang yang praktis dan familiar — seperti penggunaan panggangan arang, gas, atau metode memanggang langsung — tetap dipertahankan, sementara bumbu dan saus menjadi variabel yang lebih mudah diubah oleh konsumen.
Perbedaan regional yang menonjol
Hasil pemetaan menunjukkan adanya perbedaan regional dalam preferensi rasa dan adaptasi teknik. Beberapa wilayah menunjukkan kecenderungan lebih besar untuk mengadopsi rasa internasional, sementara wilayah lain cenderung mempertahankan komposisi bumbu tradisional. Namun, garis besar yang muncul adalah adanya keterbukaan umum terhadap variasi rasa baru—termasuk rasa teriyaki—yang dipadukan dengan praktik memanggang lokal.
Perbedaan ini menggambarkan bagaimana kebiasaan kuliner dapat bertransformasi secara tidak seragam: inovasi cepat di beberapa kawasan, dan adopsi lebih lambat di kawasan lain, namun tetap bergerak ke arah pluralitas rasa.
Dampak terhadap produsen dan konsumen
Tren ini membawa implikasi bagi produsen bahan makanan, produsen saus, dan pengecer alat memanggang. Pada sisi konsumen, kecenderungan mencoba rasa baru memperkaya pilihan kuliner dan memberi ruang bagi kreasi masakan rumahan. Sementara itu, produsen yang menawarkan produk beraroma internasional, termasuk berbagai varian teriyaki, berpeluang untuk menjangkau segmen konsumen yang ingin bereksperimen tanpa mengubah kebiasaan memanggang mereka secara drastis.
Berikut beberapa poin penting dari temuan yang disampaikan:
- Rasa teriyaki menjadi salah satu pilihan populer di rasa global yang dicoba saat memanggang.
- Terdapat variasi regional dalam tingkat adopsi rasa internasional.
- Teknik memanggang tradisional tetap menjadi dasar, sementara bumbu dan saus lebih fleksibel berubah.
Gabungan preferensi rasa baru dan metode memanggang yang mapan menggambarkan dinamika kuliner yang adaptif: konsumen mencari kebaruan tanpa meninggalkan kenyamanan teknik yang sudah akrab.
Perubahan ini bukan hanya soal bahan atau saus, tetapi juga mencerminkan cara masyarakat konsumsi makanan berubah—lebih terbuka pada pengaruh global, namun tetap mempertahankan ikatan dengan kebiasaan lokal. Tren yang teridentifikasi oleh Kikkoman Sales USA, Inc. menunjukkan peluang bagi inovasi produk dan penyesuaian strategi pemasaran yang responsif terhadap keragaman selera di berbagai wilayah Amerika Serikat.














































