drg. Wuri Condro Gupito mengingatkan pentingnya perhatian terhadap gigi berlubang anak. Menurutnya, kondisi tersebut bukan sekadar masalah pada mulut; gigi berlubang anak memiliki potensi mengganggu kesehatan umum, mengurangi konsentrasi saat belajar, serta memengaruhi proses tumbuh kembang anak bila tidak ditangani sejak dini.

Pencegahan menjadi penekanan utama dalam pernyataan yang disampaikan pada 20 Juni 2026 itu. drg. Wuri menegaskan bahwa pemeriksaan rutin ke tenaga kesehatan gigi dan pembiasaan menyikat gigi yang benar adalah kunci untuk mencegah karies sejak usia dini.
Mengapa gigi berlubang tidak boleh diabaikan
Gigi berlubang pada anak kerap dianggap sepele, padahal dampaknya bisa melampaui gangguan lokal pada gigi. drg. Wuri menyatakan bahwa masalah gigi yang dibiarkan berisiko mengganggu kondisi kesehatan secara menyeluruh, serta berpotensi menurunkan kemampuan fokus anak saat mengikuti kegiatan belajar. Karena itu, penanganan sejak munculnya tanda-tanda awal penting untuk meminimalkan konsekuensi yang lebih luas terhadap tumbuh kembang anak.
Penekanan pada pemeriksaan rutin dan kebiasaan menyikat gigi
Sesuai penjelasan drg. Wuri, dua langkah dasar menjadi perhatian utama dalam upaya pencegahan: pemeriksaan rutin oleh tenaga kesehatan gigi dan kebiasaan menyikat gigi yang benar. Kedua langkah ini disebut sebagai strategi kunci untuk menanggulangi karies sejak dini. Pemeriksaan berkala memungkinkan deteksi masalah lebih awal, sementara kebiasaan menyikat gigi yang tepat membantu mengurangi risiko terbentuknya lubang gigi.
- Pemeriksaan rutin: Penting untuk mengevaluasi kondisi gigi dan mulut anak secara berkala agar langkah penanganan dapat dilakukan sejak gejala awal muncul.
- Kebiasaan menyikat gigi yang benar: Pembiasaan ini menjadi bagian pencegahan dasar yang ditekankan untuk menekan angka karies sedini mungkin.
Peran orang tua dan tenaga kesehatan
drg. Wuri menempatkan pemeriksaan dan kebiasaan menyikat gigi sebagai tanggung jawab bersama orang tua dan tenaga kesehatan. Peran pengawasan dari orang tua dalam membangun rutinitas perawatan mulut pada anak, serta peran profesional kesehatan gigi dalam memberikan pemeriksaan dan arahan, menjadi komponen penting agar pencegahan karies berjalan efektif.
Mengingat potensi dampak terhadap kesehatan, kemampuan belajar, dan proses tumbuh kembang, perhatian yang konsisten terhadap kesehatan gigi anak perlu menjadi bagian dari agenda perawatan kesehatan keluarga. Langkah-langkah pencegahan yang ditegaskan drg. Wuri, yakni pemeriksaan rutin dan kebiasaan menyikat gigi yang benar, diharapkan bisa mengurangi risiko karies sejak usia dini dan menjaga kualitas hidup anak secara lebih luas.
Pesan utama yang disampaikan adalah: jangan meremehkan gigi berlubang anak. Tindakan sederhana namun konsisten dari orang tua, didukung oleh pemeriksaan profesional, menjadi fondasi pencegahan yang dapat berdampak positif pada kesehatan dan perkembangan anak ke depan.











